Taufiqjournal's

Tentang Aku

leuweung copy

Sepanjang sejarah peradaban umat manusia dimuka bumi ini telah lahir seorang diri. Ia lahir berdasarkan hak sang pencipta dalam menciptakan seorang makhluk yang kemudian mampu memelihara alam semesta serta terciptanya tatanan kehidupan yang sempurna.

Aku dalam eksistensiku, kini memandang sebuah objek multidimensi cerdas yang sampe detik ini aku pahami dia sebagai sebuah instrumental yang selalu setia mengantarkan kemanapun sang subjek pergi dengan ide-idenya. Jari jemari yang tak begitu asing bagiku sebelumnya, kini menjadi asing dan lebih asing seolah aku tak pernah melihatnya. Kini akalku merasakan ada objek disekelilingku. apakah ini adalah akibat dari tingkah polah inderaku yang selalu aku bawa kemanapun aku pergi itu. Ya,,dia mulai memainkan peranannya sehingga akupun kewalahan dengan semua tingkah polahnya, entah apa yang yang mesti aku pikirkan sekarang. Dia terus memainkan peranannya tanpa ada sedikitpun waktu untuk menghentikan aku sejenak. Waktupun terus berjalan, sementara aku disibukkan dengan sesuatu yang tak begitu aku pahami ini. Kini semuanya terus berjalan antara aku dengan inderaku.

Detik ini dan entah sampe kapan, aku mulai terjerumus dengan semua tingkah polah inderaku, lalu aku mulai berfikir cepat sehingga aku merasakan semua objek yang ada disekitarku. Tombol-tombol kecil dihadapanku kian menjadi pandangan hangat laksana seorang laki-laki kian bersama perempuan yang dipujanya. mulai aku hentakan jari jemari diatasnya. Lalu, aku pandang kedepan.tepat didepanku hadir sebuah layar yang tidak begitu besar sehingga aku tak perlu susah dalam memandangnya. Seiring hentakan jari jemari itu, lalu objek itu melahirkan huruf demi huruf sehingga ia mampu memvisualisasikan sebuah konsep dengan sebuah simbol yang tidak begitu sempurna. Sebuah konsep yang menjelma dirinya menjadi simbol itu melahirkan berbagai poposisi sebagai jelmaan selanjutnya. akhirnya dia mampu melahirkan sesuatu yang tak begitu jelas tentang sebuah kondisi subjek yang ak lepas dari ruang dan waktu.

Ya,, inilah aku yang selalu ada dalam ke-aku-annya. Berada dalam sebuah kegelisahan yang tidak begitu aku pahami. Seseorang yang selalu mempertanyakan Siapakah aku sebenarnya? Apakah aku yang tidak begitu aku pahami ini adalah aku yang sebenarnya? Kalau ya, sampai kapan aku tidak begitu memahami tentang aku ini? dan kalaulah bukan, dimana dan siapa aku sebenarnya? seiring waktu berjalan, pertanyaan itu seolah kabur semakin tak jelas dalam ke-aku-anku dengan segala intergency dan falibilitynya aku.

Ya,, aku yang selalu berproses untuk menjadi aku, aku yang selalu berproses entah sampai kapan  lalu berakhir jadi apa aku sebenarnya?

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: